
Pemahaman tentang “eksistensi sejati manusia” harus berawal dari keberadaan kemudian hilang lalu secara bertahap merangkak dan berangsur (tulisannya gak jelas mungkin “keringsut atau beringsut”) mencari kembali eksistensi/diri yang hilang, eksistensi sebagai setelah tanda akan/pada persambungan azalinya ….., ialah “RUH”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar